Kamis, 14 Maret 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya hanturkan kepada Allah SWT. Karena telah memberikan kita kesehatan.
Shalawat serta salam tetap kita curahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Karena dengan perjuangan dan jihad dari dakwah beliau sekarang kita bisa merasakan nikmatnya iman dan islam dari agama yang beliau sebarkan. Dan semoga kelak kita menjadi umat yang beliau syafa’ati di padang tandus yang tidak kita temui syafaat selain dari beliau.
Makalah  ini dibuat dengan judul “Genesa Tanah ” diharapkan bisa membuat pembaca mengerti tentang Tanah.
Makalah ini masih sangat sederhana dan masih banyak sekali ditemukan kekurangan baik isi , atau kata yang kurang tepat dalam penyajiannya dan kami sangat mengharap kritik dan saran untuk meyempurnakan makalah  ini. Walaupun demikian makalah ini juga sangat bermanfaat bagi kita karena dengan membaca makalah ini kita mengetahui tentang Tanah . Demikian sebagai pengantar makalah ini.




Pekalongan, Maret  2013

                                                                                                Penulis
DAFTAR ISI
Kata Penggantar……………………………………………………..………I
Daftar Isi ........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang …………………………………………………..……...3
1.2  Rumusan masalah ………………………………………………….…...4
1.3  Tujuan ………………………………………………………….….……4


BAB II PEMBAHASAN

2.1 definisi dan pengertian tanah ……………………………………….…..5
2.2 Faktor – faktor pembentukan tanah …………………………………….6
2.3 Karateristik tanah ……………………………………………………...12
2.4 Lapisan tanah ……………………………………………………….…14
2.5 Sifat – sifat dasar tanah …………………………………………..……15
                                                                                          

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………20


DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang Masalah
Tanah mempunyai arti yang berbeda-beda tergantung dari sudut peninjauannya. Istilah "tanah" dalam bidang mekanika tanah dimaksudkan untuk mencakup semua bahan gailan dari tanah lempung sampai berangkal (batu-batu yang besar), jadi semua endapan alam bersangkutan dengan teknik sipil kecuali batuan tetap.
(WESLEY,1973)

Dengan demikan pengetian tanah dalam bidang teknik sipil sama dengan pengertian "regoilth" dalam geologi yaitu selubung atau lapisan terluar dari permukaan bumi yang terdiri dari pertikel-pertikel bautan lepas dan butir-butir mineral, yang umumnya terletak di atas bautan induk atau batuan tetap ("bed-rock").(FLINT&SKINNER,1972).

Istilah "tanah" dalam bidang geologi umumnya sesuai dengan istilah tanah dalam ilmu tanah dan pertanian yaitu bagian dari reolith yang dapat membantu tanaman berakar untuk tumbuh (ZUMBERGE & NELSON, 1976) menyebutkan bahwa faktor penting yang da pada tanah ialah adanya kegiatan biologis yang tinggi dari tanaman dan mikro organisme.
Kegiatan ini meliputi tidak hanya binatang dan tumbuh-tumbuhan yang hidup, tetapi juga reaksi-reaksi kimia dalam material oraganik yang mati.

Tanah dapt terjadi karena adanya proses pelapukan batuan, yaitu perubahan-perubahan kimia dan penghancuran secra mekanis yang terjadi pada material batuan karena pengaruh atmosfera, air dan organisme.

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas permasalah ini dapat dirumuskan menjadi:
1.         Apa yang dimaksud dengan definisi dan pengertian dari tanah?
2.         Apa saja factor – factor tanah?
3.         Karakteristik tanah?
4.         Lapisan tanah ?
5.         Sifat – sifat dasar tanah?
1.3 Tujuan
1.         Mengetahui definisi  Tanah
2.         Dapat Mengetahui Genesa Tanah










BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Tanah
Pada mulanya, tanah dipandang sebagai lapisan permukaan bumi (natural body) yang berasal dari bebatuan (natural material) yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam (natural force), sehingga membentuk regolith (lappisan berpartikel halus).
Pemahaman fungsi tanah sebagi media tumbuh dimulai sejak peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengumpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindahtanaman pangan/nonpangan ke areal dekat mereka tinggal.
Sementara tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara, secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organic dan anorganik sederhana dan unsure-unsur esensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, CI, dan lain-lain).
Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia. Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan organisme, membentuk tubuh unik yang menyelimuti lapisan batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon.Setiap horizon dapat menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut. Secara umum, komposisi material tanah berbeda sama sekali dengan material induknya, terutama perberbedaan dalam sifat-sifat fisik, kimia, mineralogi dan morfologinya. Hampir semua tanah mempunyai densitas berkisar antara 1 dan 2 g/cm³. Tanah juga diketahui sebagai bumi, karena merupakan nama dari planet bumi kita. Hanya sedikit tanah yang terdapat dimuka bumi yang berumur lebih tua dari Tersier, dan kebanyakan tanah tidak lebih tua dari Pleistosen.

2.2. Faktor – faktor tanah
Sacara umum tanah dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu :
1.)    Tanah endodinamomorf, yaitu tanah yang mempunyai sifat – sifat terutama kimiawinya yang identik dengan bahan induknya, atau terbentuk dari bahan induk residual, contoh tanah golongan ini meliputi :
a.       Lithosol, berwarna kuning dan terbentuk dari bahan induk asal kompleks granit, gneiss dan schist, yang terdapat di Orissa india.
b.      Andasol di dataran tinggi Indonesia dan Filipina.
c.       Grumundol di pulau jawa, dan
d.      Organosol (tanah gambut) di kawasan rawa – rawa pantai timur Sumatra selatan dan jambi, riau, Kalimantan dan papua.
2.)    Tanah ektodinamomorf, yang mempunyai sifat – sifat tidak identik dengan bahan induknya. Contoh tanah golongan ini adalah tanah Aluvia yang terletak dipinggiran sungai .
Kedua jenis tanah tersebut baik pembentukannya (Genesis) maupun perkembangannya (differensiasi horizon) dipengaruhi oleh 5 faktor menurut ,
Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swis yang bekerja diAmerika Serikat,  dalam bukunya
Factors of Soil Formation 
(1941) mengajukan konsep pembentukan tanahsebagai:
S = f (p, cl, o, r, t).
S adalah Soil (Tanah), p = parent material (bahan induk atau batuan), cl = climate (iklim), o= organism, r = relief (topografi), t = time (waktu).Tanah tersusun dari partikel partikel hasil rombakan batuan secara kimiawi termasuk dalamhal ini proses erosi dan pelapukan. Komposisi tanah berbeda dengan komposisi batuaninduknya dan hal ini disebabkan karena adanya interaksi antar litosfir, hidrosfir, atmosfir danbiosfir. Tanah tersusun dari campuran mineral-mineral dan bahan organik baik yangberbentuk padat, cair maupun gas. Partikel-pertikel tanah bersifat lepas, membentuk suatustruktur tanah dengan ruang pori yang berisi larutan tanah yang berbentuk cair dan gas(udara).Pembentukan tanah pada dasarnya merupakan dampak dari kombinasi proses fisika, kimia,biologi dan antropogenik dari batuan induknya. Genesa tanah melibatkan proses-proses
pembentukan lapisan-lapisan atau horison-horison yang dapat diamati pada suatu profiltanah. Proses proses ini melibatkan penambahan, penghilangan, transformasi dan tranlokasidari meterial yang menyusun tanah. Mineral berasal dari hasil pelapukan batuan yangmengalami perubahan membentuk mineral-mineral sekunder dan komponen lainnya yangterlarut didalam air, komponen komponen tersebut kemudian berpindah dari satu tempatketempat lainnya melalui aktivitas air ataupun aktivitas binatang. Perubahan dan perpindahanmaterial yang terdapat didalam tanah yang menyebabkan terbentuknya lapisan-lapisan tanahyang jelas.Pelapukan batuan dasar akan menghasilkan material induk dimana soil terbentuk. Sebagaicontoh pembentukan tanah yang berasal dari batuan lava di daerah yang beriklim tropisdengan curah hujan cukup tinggi. Pada iklim yang demikian, tumbuh-tumbuhan akan tumbuhdengan cepat, terutama pada batuan lava basaltis, namun demikian sedikit sekali materialorganik yang dijumpai. Tumbuh-tumbuhan ditunjang oleh batuan yang porous yang terisioleh nutrisi yang terbawa oleh air, seperti larutan mineral dan guano. Perkembangan akar-akar tumbuhan yang bercampur dengan jamur mycorrhizal secara berangsur dan perlahandapat mengakibatkan terbelahnya batuan lava yang porous dan pada akhirnya akan terjadiakumulasi dari material organik.Pedologi adalah cabang ilmu tanah yang mempelajari sifat dan ciri tanah serta prosespembentukan tanah. Pedologi berasal dari bahasa Rusia yang dalam bahasa yunani pedon = tanah. Dalam pedologi di pelajari genesa tanah, morfologi tanah, dan klarifikasi tanah.
Batuan Induk (Parent Material)
Material penyusun tanah dapat berasal dari hasil pelapukan batuan induknya atau materialyang berasal dari hasil transportasi dari tempat lain, seperti colluvium dan alluvium. Endapanyang sudah ada dapat tercampur dengan berbagai cara, yaitu tercampur dengan tanah yanglebih tua, bahan organik termasuk gambut atau humus dan material antropogenik sepertitanah uruk atau limbah tambang. Beberapa tanah terbentuk secara langsung dari hasilrombakan batuan yang ada dibawahnya. Tanah semacam ini disebut sebagai tanah residudan tanah residu memiliki komposisi kimia yang sama dengan batuan induknya.Kebanyakan tanah berasal dari material hasil transportasi dari tempat lain melalui mediaangin, angin dan gaya gravitasi. Tanah Loess adalah tanah yang ditransport melalui mediaangin, banyak dijumpai di Amerika Bagian Tengah dan Asia Tengah. Glacial Till adalahkomponen tanah yang banyak dijumpai di belahan bumi bagian utara dan selatan yangberasal dari pegunungan yang sangat luas. Till adalah material hasil dari perpindahan es didaratan, dimana proses perpindahan es ini dapat merombak batuan-batuan yang besarmenjadi kepingan kepingan yang berukuran sangat kecil serta mampu memilah kepingan-kepingan batuan dalam ukuran yang berbeda beda. Apabila es ini mencair, maka airnya dapatmemindahkan material hasil rombakan dan mengendapkannya ditempat tempat tertentudengan jarak yang bervariasi dari tempat asalnya.Pelapukan merupakan tahap awal dalam mentransformasi bahan induk kedalam bahan tanah.Dalam pembentukan tanah yang berasal dari batuan induk, lapisan yang tebal dari materialpelapukan disebut sebagai saprolite. Saprolite merupakan hasil dari proses pelapukantermasuk didalamnya proses hidrolisis (penggantian kation-kation pada mineral dengan ion-ion hidrogen), proses hidrasi (penyerapan air oleh mineral-mineral), pelarutan mineral-mineral oleh air, dan proses fisika, seperti pembekuan, penguapan dan pengeringan.Komposisi mineral dan kimia batuan induk ditambah dengan sifat fisiknya seperti ukuranbutir, tingkat kepadatan batuan, kecepatan dan jenis pelapukan merupakan faktor-faktordalam proses transformasi dari batuan induk kedalam material tanah.
Iklim (Climate)
Pembentukan tanah sangat tergantung pada cuaca / iklim, dan sebagaimana diketahui bahwatanah yang berasal dari iklim yang berbeda akan tercermin dari sifat-sifat tanahnya. Anginmenggerakan pasir dan partikel-partikel lainnya, khususnya di daerah yang beriklim kering(arid region) dimana di daerah ini biasanya tutupan lahannya/ tanaman jarang dijumpai. Jenisdan jumlah penguapan yang terlibat dalam pembentukan tanah yaitu melalui perpindahanion-ion dan partikel-partikel didalam tanah, penambahan pada perkembangan profil tanahyang berbeda beda. Perubahan musim dan fluktuasi temperatur harian berakibat padaefektivitas dari air dalam proses pelapukan batuan induk dan berdampak pada dinamikatanah. Siklus perubahan cuaca yang ekstrim merupakan proses yang efektif untuk memecahbatuan dan material yang terkonsolidasi. Temperatur dan Kecepatan peguapan berpengaruhpada aktivitas organnisme, kecepatan reaksi kimia dan jenis tutupan lahan.
Organisme (Biological factors)
Tumbuh tumbuhan, binatang, jamur, bakteri dan manusia merupakan faktor yangberpengaruh pada pembentukan tanah. Binatang dan mikro-organisme bercampur di dalamtanah membentuk lubang-lubang (burrow) dan pori-pori yang memungkinkan tanah menjadilembab dan gas/udara dapat masuk kedalam tanah hingga kelapisan yang terdalam. Dengancara yang sama, akar tanaman membuka saluran-saluran di dalam tanah, terutama tanamantanaman berakar tunggal yang dapat menembus hingga beberapa meter, menembus lapisan-lapisan tanah yang berbeda beda untuk membawa makanan kedalam lapisan-lapisan tanahyang paling dalam. Tanaman-tanaman yang berakar serabut yang tersebar dekat denganpermukaan tanah, berperan dalam terjadinya dekomposisi dan bertambahnya bahan organik.Mikro organisme, termasuk jamur dan bakteri, berperan dalam terjadinya pertukaran secarakimiawi antara akar dan tanah dan bertindak sebagai penyedia makanan. Peran manusiadalam pembentukan tanah adalah dalam hal merubah tutupan lahan; perubahan lahan dapatberakibat terjadinya erosi dan dapat juga terjadinya pencapuran lapisan laisan tanah yangberbeda-beda, serta mulainya proses pembentukan tanah.Dampak tanaman terhadap tanah dapat terjadi dengan berbagai cara. Tanaman dapatmencegah erosi dari guyuran air hujan atau air permukaan. Tanaman juga menjagakelembaban tanah terhadap penguapan yang menjadi lambat dan tanah tetap dingin, ataudapat menyebabkan tanah menjadi kering karena proses transpirasi. Tanaman dapatberperan secara kimiawi melaui proses merombak atau membangun partikel-partikel tanah.Tanaman sangat tergantung pada iklim, bentuk topografi lahan dan faktor faktor biologinya.Sifat-sifat tanah seperti densitas tanah, kedalaman, pH, suhu/temperatur dan kelembabanberdampak pada tipe-tipe tanaman yang dapat tumbuh dan berkembang disuatu tempat.Tanaman tanaman yang mati maka rangting dan daunnya akan jatuh ke permukaan tanahyang kemudian akan mengalami dekomposisi. Organisme yang masuk kemudian akanbercampur dengan bahan organik di lapisan tanah bagian atas; komponen-komponen organik menjadi bagian dari proses pembentukan tanah, terutama bentuk dan tipe dari tanah yangterbentuk.
Topografi (Relief)
Topografi / relief permukaan bumi juga menjadi pengontrol dalam proses pembentukantanah. Pada topografi yang curam, rombakan batuan yang terdapat dipuncak puncak bukitdapat dipindahkan ke kaki bukit melalui lereng akibat gaya gravitasi. Demikian pula denganlapisan-lapisan tanah yang terdapat di puncak puncak bukit dapat tererosi dan ter-tranport kebagian kaki bukit dan atau terbawa oleh air permukaan (surface runoff) yang kemudianakhirnya masuk kedalam saluran saluran sungai terangkut oleh aliran air dan pada akhirnya diendapkan di suatu tempat yang jauh dari sumbernya. Tanah coluvial dan tanah aluvialadalah contoh-contoh tanah hasil proses seperti yang dijelaskan diatas.
Waktu (Time)
Waktu juga menjadi salah satu faktor pada proses pembentukan tanah serta dalam terjadinyainteraksi antara faktor faktor pada perkembangan tanah. Seiring dengan berjalannya waktu,pembentukan tanah merupakan fungsi dari waktu serta bagaimana faktor-faktor berinteraksisatu dengan lainnya. Pada dasarnya tanah selalu berubah, sebagai contoh, material yangdiendapkan oleh banjir tidak serta merta memperlihatkan perkembangan tanah, hal inidikarenakan dibutuhkan waktu yang cukup untuk terjadinya proses pembentukan tanah. Saatsuatu permukaan tanah tertutup maka proses pembentukan tanah dimulai, diperlukan waktuyang cukup lama untuk terjadinya perubahan serta keterlibatan faktor-faktor lainya sampaiterbentuknya lapisan tanah. Tanah dapat stabil dalam jangka waktu yang cukup lama dansiklus hidup tanah berakhir ketika kondisi tanah dalam keadaan yang rawan terhadap erosi. perpindahan dan perubahan, tanah selalu menjadi subyek pada kondisi yang baru,meskipun perubahan tersebut berjalan secara lambat atau cepat sangat  tergantung pada iklim, posisi morfologinya, dan aktivitas organisme.  Menuru mohr dan van baren membedakan 5 fase pembentukan tanah yaitu :
a.       Fase awal, dengan indicator bahan induk yang masih belum mengalami proses pelapukan, baik disinteregasi maupun dekomposisi, pada fase awal terbentuk tanah regosol muda 
b.      Fase juvenil,dengan indicator bahan induk yang telah mulai mengalami proses pelapukan, tetapi sebagian besar masih asli, pada fase juvenile terbentuk tanah regosol tua (tanah tarapan) 
c.       Fase viril, proses pelapuka kebanyakan bebatuan telah mulai pecah, mineral – mineral sekunder telah terbentuk sehingga kadar liat meningkat, pada fase viril terbentuk tanah latosol coklat.
d.      Fase senile, proses pelapukan yang telah lanjut, yaitu laju kecepatan proses yang mulai menurun, dan mineral – mineral tahan lapuk masih bertahan , pada fase senile tanah latosol merah.
e.       Fase akhir ditandai oleh berakhirnya proses pelapukan, pada fase ini terbentuk tanah Laterit
Di daerah beriklim tropika seperti Indonesia, proses pembentukan tanah dari bahan induk berupa abu gunung berapi berlangsung lebih cepat. Waktu merupakan factor pasif, suatu jenis tanah yang sama tetapi berasal dari bahan induk dan iklim yang berbeda mempunyai umur yang tidak sama atau sebaliknya. Maka kematanga suatu jenis tanah tidak  tergantung pada umur nya tetapi lebih kepada kelengkapan horizonnya.    
2.3 Karakteristik Tanah
Yang memberi kesan pertama kali ketika seseorang melihat tanah adalah
warna tanah
Warna dan pola keragaman tanah akan selalu menjadi sesuatu yang dapat memberi ingatankepada kita. Sungai Merah (Red River) yang berada dalam watershed sungai Missisippi di Amerika mengangkut material sedimen hasil erosi dari tanah merah yang berasal dariOklahoma. Sungai Kuning (Yellow River) di Cina mengangkut material sedimen yangberwarna kuning yang berasal dari hasil erosi tanah Loess.
Warna tanah
terutama ditentukan oleh kandungan mineralogi tanah. Kebanyakan dariwarna tanah disebabkan oleh dari kehadiran berbagai jenis mineral yang mengandung unsurbesi (Fe). Perkembangan dan penyebaran warna dalam profil tanah ditentukan oleh hasilpelapukan kimiawi dan organis, terutama reaksi reduksi-oksidasi. Sebagai mineral mineralutama yang berasal dari batuan induk tanah, kombinasi unsur-unsur kedalam komponen yangbaru. Mineral sekunder yang berasal dari unsur besi yang berwarna kuning atau merah,bahan organik yang berasal dari hasil dekomposisi akan memberi warna coklat dan hitam,sedangkan unsur-unsur Mangan (Mn), Sulfur (S), dan nitrogen (N) dapat membentuk endapan mineral berwarna hitam. Unsur-unsur tersebut dikenal sebagai penyumbangberbagai pola warna pada tanah selama proses pembentukan tanah. Kondisi lingkungan yangbersifat Aerobik akan menghasilkan perubahan warna yang seragam atau secara berangsur(gradual), sedangkan lingkungan reduksi akan menghasilkan warna yang bersifat beragam,seperti pola warna yang komplek, pola yang bersifat “mottled” dan warna tanah yang berpolabercak bercak yang disebabkan oleh konsentrasi warna.
Struktur Tanah
adalah susunan dari partikel-partikel tanah kedalam agregat-agregat.Susunan dari partikel-partikel tanah kemungkinan mempunyai bentuk yang bervariasi, ukurandan tingkat perkembangan atau ekspresi tanah. Struktur tanah berdampak pada penguapan,perpindahan air, resistensi terhadap erosi dan tempat akar tanaman tumbuh danberkembang. Pada dasarnya struktur tanah memberi penjelasan tentang tekstur, kandungan
bahan organik, aktivitas organik, evolusi tanah masa lalu, serta komposisi kimia danmineralalogi dimana tanah terbentuk.
Tekstur Tanah
merujuk kepada komposisi pasir, lanau dan lempung. Kandungan/susunantanah akan mencerminkan karakter/tingkahlaku tanah, termasuk dalam hal kapasitasmenyimpan makanan dan air. Pasir dan lanau merupakan hasil pelapukan fisikal, sedangkanlempung hasil pelapukan kimiawi. Lempung mempunyai kemampuan untuk menyimpanmakanan dan air. Tanah lempung lebih tahan terhadap erosi angin dan air dibandingkandengan tanah yang pasiran dan tanah lanauan, hal ini dikarenakan partikel-partikelnya yanglebih saling mengikat satu dengan lainnya. Pada tanah yang bertekstur menengah, lempungseringkali terendapkan dibagian bawah dari profil tanah dan berakumulasi pada bagian sub-soil (gambar).


Gambar 2.1
2.4  Lapisan Tanah ( Soil Horizons )

Penamaan dari lapisan tanah (horison tanah) ditentukan atas dasar jenis material yangterkandung dan penyusun dari lapisan tanah tersebut. Material-material yang terkandungpada lapisan tanah akan mencerminkan dari lamanya proses yang terjadi dalam pembentukantanah. Lapisan tanah ditandai dengan memakai notasi atau simbol huruf atau angka. Adapunuraian dan klasifikasinya ditentukan berdasarkan warna, ukuran butir, tekstur, struktur,konsistensi, banyaknya kandungan akar dalam tanah, pH, pori, batas ciri, serta apakah tanahmengandung nodul atau konkresi. Setiap profil tanah tidak harus memiliki semua lapisan-lapisan yang menutupi bagian bawah, tanah dapat mempunyai beberapa atau banyak lapisan.
Gambar 2-2 Beberapa Jenis dari Tekstur Tanah
Tanaman sering tumbuh pada lapisan tanah yang tersusun dari campuran sisa sisaorganisme, kumpulan dari lapisan organik disebut dengan “horison O”. Secara biologis, koloniorganisme dan rombakan material/bahan organik, menjadikan tersedianya makanan(nutrient) dimana tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang lainnya dapat hidup. Dengan

tanah mempunyai berat 5 – 12% dari berat butir yang lolos pada ayakan (saringan)ukuran 200 (mesh 200) (5% < P#200 < 12%), kedua distribusi ukuran butir dan platisitasmempunyai dampak yang signifikan pada sifat-sifat keteknikan dari tanah, dan dua notasimemungkinkan untuk digunakan dengan menggunakan kelompok simbol. Sebagai contoh,GW - GM berhubungan dengan “Kerikil bergradasi baik dengan lanau (Well graded gravel withsilt). Jika tanah mempunyai lebih dari 15% berat yang tertingal pada ayakan ukuran #4 (R#4> 15%), maka berarti jumlah yang signifikan dari kerikil (gravel), dan huruf depan “dengangravel” kemungkinan ditambahkan untk kelompok nama tersebut, tetapi simbol kelompok tidak berubah. Sebagai contoh, SP – SM yang berari mengacu pada “Pasir yang bergradasiburuk” (poorly graded SAND) dengan lanau dan kerikil.
Gambar 2-2 Klasifikasi Tanah berdasarkan prosentase kandungan lempung, lanau, dan pasir