Rabu, 19 Desember 2012

kliping ekonomi


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya hanturkan kepada Allah SWT. Karena telah memberikan kita kesehatan.
Shalawat serta salam tetap kita curahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Karena dengan perjuangan dan jihad dari dakwah beliau sekarang kita bisa merasakan nikmatnya iman dan islam dari agama yang beliau sebarkan. Dan semoga kelak kita menjadi umat yang beliau syafaati di padang tandus yang tidak kita temui syafaat selain dari beliau.
Kliping ini dibuat dengan judul “Rangkuman Teori ekonomi ” diharapkan bisa membuat pembaca mengerti tentang teori – teori ekonomi.
Kliping  ini masih sangat sederhana dan masih banyak sekali ditemukan kekurangan baik isi , atau kata yang kurang tepat dalam penyajiannya dan kami sangat mengharap kritik dan saran untuk mrnyempurnakan kliping  ini. Walaupun demikian kliping ini juga sangat bermanfaat bagi kita karena dengan membaca kliping ini kita mengetahui tentang teori – teori ekonomi. Demikian sebagai pengantar kliping ini.




Pekalongan,27November  2012

Penulis


BAB I
TEORI PRODUKSI

  • 1. TEORI PRODUKSI Pengertian Produksi Jangka waktu produksi Model produksi satu variabel Model produksi dua variabel
  • 2. Pengertian Produksi Proses mengubah input menjadi output. Produksi meliputi semua kegiatan untuk menciptakan/menambah nilai/guna suatu barang/jasa.
  • 3. Jangka waktu produksi Jangka waktu dibedakan menjadi 2: Jangka Pendek (short run). yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun input tetap tidak dapat disesuaikan. Jangka Panjang (long run) merupakan satu waktu dimana seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah.
  • 4. Model produksi satu variabel Variabel produksi : Tenaga kerja, modal, SDA dan keahlian(teknologi). Produksi hanya menggunakan 1 variabel SDA disebut produksi alami Produksi dengan menggunakan salah satu dari 3 variabel selain SDA disebut produksi rekayasa. Variabel tenaga kerja dan atau modal mudah diukur produktivitasnya. Produksi menggunakan 1 variabel berlaku hukum diminishing return Diminishing return untuk tanah bisa dihindari dengan cara extensifikasi (penambahan areal tanah)
  • 5. Tahapan The Law of Diminishing Return Tahap I, menunjukkan tenaga kerja yang masih sedikit, apabila ditambah akan meningkatkan total produksi, produksi rata-rata dan produksi marginal. Tahap II, produksi total pertambahannya semakin lama semakin kecil, yaitu dimulai dari titik AP maksimum sampai dengan titik dimana MP = 0 atau TP maksimum. Tahap III, produksi total semakin lama semakin menurun dimana MP bernilai negatif. Penambahan tenaga kerja menurunkan total produksi, dan produksi rata-rata, sedangkan produksi marginal negatif.
  • 6. Model produksi dua variabel Produksi menggunakan 2 faktor produksi aktif (tenaga kerja (TK) dan Modal (M) Optimalisasi produksi di dasarkan pada anggaran dan skala produksi Anggaran perusahaan dipetakan dengan kurva Isocost (biaya sama) Skala produksi dipetakan denga kurva isoquant (produksi sama) . Fungsi Isoquant : Q = TK.M (standar) Fungsi Isocost : C = Ptk.TK + PmM
  • 7. Ciri-ciri isoquant Mempunyai kemiringan negatif. Semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output. Isoquant tidak pernah berpotongan dengan isoquant yang lainnya Isoquant cembung ke titik origin.
  • 8. Fungsi Isocost Isokos ( isocost ) adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi input faktor tenaga kerja (L) dan modal (K) yang dapat dibeli dengan sejumlah anggaran tertentu. Sehingga persamaan garis isokos adalah : C = wL+ rK C: total cost L: jumlah input tenaga kerja (unit) w: tingkat upah ( wage ) per unit r: biaya penggunaan modal per unit .
  • 9. Optimalisasi dalam produksi Secara grafis keuntungan optimum dapat dilihat dari persinggungan antara kurva isocost dan isoquant . Memaksimumkan produksi (bila C, harga tenaga kerja dan diskonto modal diketahui ) Meminimumkan biaya (bila Q, Ptk dan Pm diketahui) Syarat optimum produksi: MPtk/Ptk = MPm/Pm, untuk Isoquant sebagai fungsi tujuan Syarat Optimum biaya : MCtk/Ptk = MCm/Pm untuk isocost sebagai fungsi tujuan






BAB II
TEORI BIAYA

Teori Biaya memegang peranan penting dalam analisa prilaku konsumen, karena prinsip biaya yang seminimum mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal.
Ada tiga konsep tentang ongkos, yaitu :
1. Ongkos Alternatif (Opportunity cost);biasa disebut juga dengan “ongkos sosial”)
Ongkos ini relatif paling penting bagi para ekonom, karena timbulnya ongkos ini berkaitan dengan adanya kelangkaan dan keterbatasan sumber daya. Misalnya, bila produsen memutuskan untuk membuat yang telah ditentukan maka inputnya sebetulnya bisa untuk barang lainnya, sehingga ada yang dikorbankan.
2. Ongkos Akuntansi(AccountCost)
Ongkos-ongkos yang besar dikeluarkan oleh produsen untuk sebuah produksi. Misalnya, ongkos depresiasi, ongkos historis, dlsb.
3.OngkosEkonomi(EconomicCost)
Ongkos yang menunjukkan berapa biaya yang harus dikeluarkan agar sumber daya dapat digunakan pada suatu proses produksi.
Perbedaan Ongkos Jangka Pendek Dengan Jangka Panjang
Dalam suatu proses produksi kita dapat mengenali, adanya ongkos jangka pendek. Dimana dalam suatu proses produksi ada input variabel dan input tetap yang tidak bisa secara cepat keseluuruhannya; dan cenderung berubah bila adaperubahan produksi. Sedangkan jangka panjang, sebaliknya bahwa input yang dapat secara keseluruhannya dan dapat dirubah untuk sebuah perubahanproduksi.
Gambar 1.
2. Ongkos Total Jangka Pendek Ada dua macam input yaitu fix (tetap) dan variabel. Jadi ongkos tetap adalah jumlah dari kedua jenis ongkos tadi.
TC = FC + VC
FC=fixedcost
VC=variablecost
TC = total cost.
Ongkos tetap digunakan untuk membayar input tetap; sedangkan variabel untuk membayar input variabel.
Gambar 2
3. Ongkos Rata-rata Jangka Pendek (Short Form Average Cost)
ongkos total pada unit output. Jadi ongkos rata-rata berarti menunjukkan ongkos yang diperlukan untuk memroduksi per unit output.
AC=TC
Q
AC=AverageCost
TC=TotaCost
Q = Output
-Ongkos rata-rata jangka pendek : Penjumlahan dari ongkos tetap rata-rata (averager fixed cost) dan ongkos variabel rata-rata (average variable cost).
AVC = TVC
Q
-Ongkos tetap rata-rata (average fixed cost) adalah ongkos tetap per unit output yang diproduksi.Jaditotal biaya rata-rata = Average – Total Cost. AC = AVC + AFC.
4. Ongkos Marjinal (Marginal Cost)
perubahan ongkos yang terjadi karena output berubah satu unit.
MC = Perubahan Ongkos Tetap = TC
Perubahan Output Q
Gambar 3.
Dari uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada saat AC minimum, maka nilai MC = AC. Besarnya fixed cost dalam grafik tersebut diatas adalah selisih antara AC dan AVC.
5. Isocost : Kurva yang menggambarkan kendala yang dihadapi oleh produsen, yaitu dengan jumlah input atau dana yang terbatas.
Isocost juga kurva yang menunjukkan kombinasi dua input yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan output dengan ongkos yang sama.
Gambar. 4
Keterangan : Jika seorang pengusaha memiliki dana i, dan dana tersebut digunakan untuk membeli input K dan L dengan harga PK dan PL, maka :
IC = KPK + KPL
L = i – PK K atau K = i – PL L
PL PL PK PK
Intercep (titik potong) pada berapa jumlah barang yang dibeli apabila semua dana yang dimiliki untuk membeli K = i/ PK
6. Ongkos Minimum (Least Combination Cost)
Seorang produsen rasionil akan berproduksi pada ongkos yang terendah sesuai dengan prinsip ekonomi : penhasilan yang maksimum dengan ongkos minimum.
Kondisi tersebut dapat dicapai dengan dua pendekatan :
a. Kalau dana yang dimiliki oleh produsen terbatas maka ongkos terendah dapat dicapai kalau dengan dana yang tertentu dapat dihasilkan output dengan sebesarbesarnya.
b. Kalau output yang ingin dihasilkan tertentu maka least comb. cost dapat dicapai apabila dana yang diperlukan untuk memroduksi output tersebut adalah serendahrendahnya.

BAB III
TEORI KEUNTUNGAN
Secara teoritis tujuan utama perusahaan adalah untuk memanfaatkan sumber daya (alam dan manusia)guna mendapatkan manfaat (benefi) darinya.dalam pengertian komersial manfaat bisa berupa manfaat negatif yang sering diistilahkan rugi (loss) atau manfaat positif yang sering disebut sebagai untung (positif).istilah rugi diberikan pada kondisi di mana perusahaan mendapatkan hasil lebih kecil dari beban yang dikeluarkan. Bisa juga berarti perusahaan tetap mendapatan keuntungan akan tetapi keuntungan itu masih di bawah target keuntungan yang ditetapkan, kondisi ini diistilahkan sebagai opportunity loss (kehilangan moment/kesempatan untuk mendapatkan keuntungan).
Dalam ilmu ekonomi istilah untung atau rugi merujuk hanya pada dua “kutub” besar dalam bisnis yaitu kutub biaya dan ongkos (TC) dan kutub peneriman (TR). Dalam hal ini bila TC > TR maka perusahaan rugi, bila TC < TR maka perusahaan untung, bila TC = TR maka perusahaan tidak mendapatkan keuntungan namun juga tidak dapat kerugian (impas atau BEP).
Sebenernya analisis keuntungan bagi perusahaan hanyalah masalah sederhana saja bila perusahaan tidak mengalami kondisi persaingan yan ketat dalam satu industri (pengertian industri adalah kumpulan dari perusahaan yang menghasilkan barang yang sama), akan tetapi mengingat faktanya banyak sekali perusahaan yang tergabung dalam satu industri maka analisis keuntungan (untung –BEP – rugi ) menjadi begitu penting terutama analisis yang berhubungan dengan optimalisasi produksi untuk mendapakan keuntungan yang optimal. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, yang dimaksud dengan penerimaan (revenue ) adalah besarnya jumlah produksi yang dihasilkan dikalikan dengan harga jualnya ( sales volume ) atau : R = TR = P x Q , p adalah harga barang/unit dan Q adalah kuantitas produksi/unit. Sedangkan total biaya adalah penjumlahan antara biaya tetap dan biaya variabel atau : C =TC = FC + VC . analisis keuntungan secara teoritis biasanya dimulai dari persamaan selisih antara total penerimaan dan total pengeluaran yaitu : n = TR –TC
à n = P xQ – ( FC + VC ) , model ini adalah merupakan model keuntungan secara linier jangka pendek. Dalam banyak kasus biasanya penerimaan diperoleh darin fungsi permintaan dikalikan dengan tingkat harga atau sebaliknya, sedangkan fungsi biaya bisa dalam bentuk linier, kuadrat atau kubik.

BAB IV
TEORI PENERIMAAN
1.Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan.
Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.
Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas
TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.
Pengertian Penerimaan
Kita ketahui bahwa proses produksi yang dilakukan oleh seorang produsen akan menghasilkan sejumlah barang, atau produk. Produk inilah yang merupakan jumlah barang yang akan dijual dan hasilnya merupakan jumlah penerimaan bagi seorang produsen. Jadi pengertian penerimaan adalah sejumlah uang yang diterima oleh perusahaan atas penjualan produk yang dihasilkan. Dalam ilmu ekonomi penerimaan diistilahkan revenue.
Penerimaan Total (TR = Total Revenue)
Penerimaan total adalah jumlah seluruh penerimaan perusahaan dari hasil penjualan sejumlah produk (barang yang dihasilkan). Cara untuk menghitung penerimaan total dapat dilakukan dengan mengalikan jumlah produk dengan harga jual produk per unit.
Jika dirumuskan sebagai berikut:
TR = Q x P
Keterangan:
TR = Penerimaan total perusahaan
Q = Jumlah produk yang dihasilkan
P = Harga jual per unit
Penerimaan Rata-rata (AR = Average Revenue)
Penerimaan rata-rata adalah penerimaan per unit produk yang terjual. Untuk menghitung penerimaan rata-rata dapat dilakukan dengan cara membagi penerimaan total dengan jumlah produk (barang) yang terjual. Jika dirumuskan sebagai berikut :
AR = TR/Q
Keterangan:
AR = penerimaan rata-rata
TR = penerimaan total
Q = jumlah produk yang dihasilkan
Penerimaan Marginal (MR= Marginal Revenue)
Penerimaan Marginal Revenue adalah penerimaan tambahan dari adanya tambahan per unit produk yang terjual. Cara menghitung penerimaan marginal dengan membagi tambahan penerimaan total dengan tambahan jumlah produk yang terjual. Jika dirumuskan sebagai berikut :
MR=TR/Q
Keterangan:
MR=penerimaan marginal
TR=tambahan penerimaan total
Q =tambahan jumlah produk yang dihasilkan

BAB V
PASAR OUTPUT

1.      Pengertian Pasar Output
Pasar output adalah pasar tempat barang/ jasa diper-dagangkan. Pasar output atau yang biasa disebut pasar saja merupakan tempat bertemunya permintaan dan penawaran sehingga bisa berinteraksi untuk membentuk harga keseimbangan.
2.      Struktur pasar
Struktur pasar adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar. Faktor-faktor tersebut adalah
- Jumlah perusahaan yang berada di pasar
- Skala produksi
- Banyaknya pembeli
- Biaya memasuki pasar
- Informasi mengenai keadan pasar
- Mudah tidaknya memasuki pasar
3.    Jenis-jenis Struktur Pasar
Jenis struktur pasar dibagi menjadi tiga jenis:
a.      Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna merupakan bentuk sempurna sebuah pasar. Ciri-cirinya:
-Pembeli dan penjual sangat banyak.
-Perusahaan menjual produk yang standar atau memiliki tingkat homogenistas yang sangat tinggi.
-Penjual dan pembeli memperoleh informasi yang sempurna mengenai kondisi pasar.
-Perusahaan dan sumber daya produksi bebas bergerak.
-Perusahaan dapat keluar dari pasar atau masuk ke pasar dengan sangat mudah.
b.  Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang terdiri dari satu penjual yang melayani permintaan yang sangat banyak dan produk yang dijual tersebut tidak memiliki subsidi. Sebab-sebab terjadinya monopoli:
-Monopoli sumber daya
-Monopoli Ciptaan Pemeritah
-Monopoli Alamiah
c. Oligopoli (Duopoli)
Pasar oligopoli adalah struktur pasar di mana terdapat sedikit perusahaan saja yang menjual produk-produknya yang identik satu sama lain. Bentuk paling sederhana dari oligopoli adalah duooli, yaitu hanya ada dua perusahaan yang berada di pasar guna melayani permintaan konsumen. Dalam pasar oligopoli perusahaan dapat menentukan sendiri harga produknya. Pasar oligopoli ditandai oleh beberapa produsen yang menguasai pasar. Dalam pasar oligopoli terdapat ketergantungan terhadap perusahaan lain. Artinya tindakan suatu perusahaan dalam pasar oligopoli haruslah memperhatikan tindakan yang diambil oleh pesaing. Terdapat beberapa model dalam pasar oligopoli. Yang pertama yaitu kolusi, pengertiannya adalah persetujuan antarperusahaan dalam industri untuk membagi-bagi pasar dan menetapkan harga. Kedua kepemimpinan harga, merupakan bentukkolusi informal (tidak resmi) atau diam-diam yang terjadi pada ndustri yang memiliki kepemimpinan harga.

d. Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolisik merupakan pasar yang nyata nyata terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang mengambil sebagian lagi ciri pasar persaingan sempurna. Pasar monopolistik merupakan suatu struktur pasar di mana terdapat banyak perusahaan yang menjual produk produk sejenis, tetapi bervariasi berdasarkan merek.

BAB VI
PASAR INPUT

Pasar Input adalah pasar yang tempagt berinteraksinya permintaan dan penawaran input atau sumber daya produksi. Sumber daya produksi tersebut meliputi:
1.      Tanah
Tanah merupakan input yang sangat penting dalam berproduksi. Segala sesuatu yang akan diproduksi membutuhkan tanah. Dalam memakai tanah terdapat balas jasa yang harus dibayar atas pemakaian tanah tersebut, hal ini disebut juga rente tanah atau sewa tanah yaitu harga atau balas jasa yang harus dibayar untuk enggunaan tanah atau sumber daya alam lainnya yang jumlah penawarannya tetap tidak bertambah.
2.      Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja adalah pasar yang mempertemukan permintaan dan penawaran tenaga kerja sehingga bisa dicapai harga keseimbangan tenaga kerja atau biasa disebut upah.
a.      Sisi Penawaran Tenaga Kerja
Penawaran tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang mau dan mampu melaksanakan pekerjaan tertentu dengan mendapat balas jasa. Ciri cirinya adalah sebagai berikut.
-Faktor tenaga kerja adalah manusia sehingga perlu diperlakukan layaknya manusia.
-Penawaran tenaga kerja bersifat inelastis.
-Penawaran tenaga kerja beraneka ragam.
b.     Sisi Permintaan Tenaga Kerja
      Permintaan terhadap tenaga kerja berasal dari dunia bisnis. Tenaga kerja tersebut diminta karena diperlukan. Artinya tenaga kerja diminta karena ada permintaan terhadap barangdan jasa. Dengan demikian permintaan terhadap tenaga kerja merupakan permintaan turunan dari permintaan terhadap barang dan jasa.

c.   Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja
Pertemuan antara permintaan dan penawaran tenagakerja terjadi di pasar tenaga kerja. Selintas pertemuan permintaan tenaga  kerja dengan penawaraban tenaga kerja akan mudah terjadi. Bahkan, pasar tenaga kerja tersebut tidak betbeda dengan pasar pasar lainnya.  Pasar tenaga kerja sanga tidak sempurna sehingga tidak bisa dengan mudah mempertemukan permintaan dengan penawaran tenaga kerja.
3.      Modal
Sumber daya modal adalah barang-barang (sarana) yang dapa digunakan untuk menghasilkan barang lain.

a.      Permintaan Modal
Permintaan modal biasanya berasal dari dunia usaha. Dunia usaha memerlukan modal untuk membangun. Permintaan modal juga biasanya dari individu.
b.      Penawaran Modal
Penawaran modal biasanya berasal dari beberapa pihak. Perbankan merupakan salah satu pihak yang menawarkan modal kepada masyarakat, selain itu ada juga asuransi dan perorangan dengan balasan berupa bunga.
4.      Keahlian Pengusaha
Pengusaha adalahrang yang menjalankan usaha jual-beli atau memproduksi barang/jasa dengan tujuan mencari laba. Laba yang diperoleh pengusaha disebut laba normal atau laba imbalan  yang diterima pengusaha agar ia tetap tetap mau berusaha dibidang tertentu atau biasa disebut biaya implisit dan laba ekonomis, yaitu jumlah lebih dari harga normal.











imocahriau@gmail.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan di komentari menggunakan bahasa yang baik dan sopan,, terimakasih atas kunjungan anda. jangan lupa follow ya,,,,

The title of your home page You could put your verification ID in a comment Or, in its own meta tag Or, as one of your keywords