Selasa, 18 Desember 2012

makalah hakekat agama islam


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya hanturkan kepada Allah SWT. Karena telah memberikan kita kesehatan.
Shalawat serta salam tetap kita curahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Karena dengan perjuangan dan jihad dari dakwah beliau sekarang kita bisa merasakan nikmatnya iman dan islam dari agama yang beliau sebarkan. Dan semoga kelak kita menjadi umat yang beliau syafaati di padang tandus yang tidak kita temui syafaat selain dari beliau.
Kliping ini dibuat dengan judul “Rangkuman Teori ekonomi ” diharapkan bisa membuat pembaca mengerti tentang teori – teori ekonomi.
Makalah ini masih sangat sederhana dan masih banyak sekali ditemukan kekurangan baik isi , atau kata yang kurang tepat dalam penyajiannya dan kami sangat mengharap kritik dan saran untuk mrnyempurnakan kliping  ini. Walaupun demikian kliping ini juga sangat bermanfaat bagi kita karena dengan membaca kliping ini kita mengetahui tentang teori – teori ekonomi. Demikian sebagai pengantar kliping ini.





Pekalongan, 10 Oktober  2012

                                                                                                Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………................... 1
DAFTAR ISI .…………………………………………………………............ 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1  LatarBelakang …………………………………...………………………. 3
1.2  Rumusan Masalah ……………...…………………………...……….....    3
1.3  Tujuan ....…………………………………………………………………  3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hakekat Agama Islam ………………………....………..…… 4
BAB III PENUTUP
3.1Simpulan ……………………………………………………….........…… 10

DAFTAR PUSTAKA ………………………………........……….…………. 11






BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan manusia. Salah satu komponen yang tak pernah terpisahkan,seringkali orang menyepelekan landasan pendidikan. Padahal landasan pendidikan dan pendidikan tak bisa terpisahkan sebagaimana pondasi dan bangunannya.
Dalam makalah ini penulis berusaha memaparkan Hakekat Agama Islam.

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas permasalah ini dapat dirumuskan menjadi:
1.         Mengetahui arti dan ruang lingkup akidah islam
1.3 Tujuan
1.         Mengetahui arti dan ruang lingkup akidah islam
2.         Dapat Mengetahui arti dan ruang lingkup akidah islam








BAB I
AQIDAH ISLAM
A.Pengertian Aqidah Islam
     Baiklah mari kita kaji bersama tentang Aqidah Islam, bahwa aqidah berasal dari kata عقد - يعقد - عقيدة artinya kepercayaan atau keyakinan. Sedangkan pengertian aqidah Islam menurut istilah adalah sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenarannya oleh hati manusia, sesuai dengan ajaran Islam dengan berpedoman kepada al-Quran dan Hadits.
     Nah, setelah kalian memahami pengertian aqidah Islam, berikutnya memahami cakupan aqidah Islam.
Bahwa aqidah Islam yang bersumber dari alquran dan hadits cakupannya meliputi:
- Kepercayaan akan adanya Allah swt dengan segala sifat-sifat-Nya, yakni sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz, serta wujudnya yang dapat dibuktikan dengan keteraturan dan keindahan alam semesta ini.
- Kepercayaan tentang alam gaib; percaya akan adanya alam di balik alam nyata ini yang tidak bisa diamati oleh indra manusia. Demikian pula makhluq-makhluq yang ada di dalamnya seperti malaikat, jin dan ruh.
- Kepercayaan kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Kitab-kitab tersebut diturunkan agar manusia dapat menjadikannya pedoman dalam mengarungi alam beserta segala problematikanya. Dengan menggunakan pedoman tersebut maka manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk, serta yang halal dan yang haram.
- Kepercayaan kepada para rasul Allah yang diutus dan dipilih untuk memberi petunjuk dan bimbingan kepada manuisa agar melakukan hal hal yang baik dan benar.
- Kepercayaan kepada hari akhir serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu, seperti hari kebangkitan (Ba’ats), adanya pahala dan dosa, surga dan neraka.
- Kepercayaan kepada qadha dan qadar Allah tentang segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini.



B.Prinsip Aqidah Islam
       Setelah kalian memahami pengertian dan ruang lingkup aqidah Islam, perlu kalian pahami tentang prinsip-prinsip aqidah Islam, yaitu :
1. Aqidah Islam sebagai sesuatu yang diwahyukan Allah
Aqidah Islam itu bersumber dari wahyu Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW, untuk diajarkan kepada ummatnya dan terpelihara kemurniaannya sampai hari akhir zaman.
   Aqidah Islam bukanlah hasil rekayasa perasaan atau pemikiran Nabi Muhammad SAW sendiri, akan tetapi merupakan ajaran langsung dari Allah SWT sebagaimana yang disebutkan di dalam al-Quran, surat al-Najm ayat 3-4:
   ”Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. Al-Najm:3-4)
   Dalam ayat tersebut Allah menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad adalah benar-benar wahyu adanya, bukan sebuah rekayasa atau buatan Nabi sendiri.
2. Aqidah Islam pada dasarnya tidak berbeda dengan aqidah yang diajarkan oleh para Nabi terdahulu
   Nabi dan Rasul bertugas menyampaikan ajaran-ajaran Allah, oleh karena sumber ajaran yang dibawakan oleh para nabi dan rasul itu adalah satu, yaitu berasal dari Allah, maka isi ajaran yang diajarkan sejak nabi Adam hingga Nabi Muhammad adalah sama, yaitu Islam. Sehingga di antara mereka tidak ada perbedaan dalam mengajarkan aqidah kepada ummatnya.
Allah berfirman dalam surat al-Syura, ayat 13:
   Dia Telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. .... (QS. As-Syura:13)
   Agama yang dimaksud di sini adalah mengesakan Allah, beriman kepada-Nya. Jadi jelas bahwa aqidah Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah sama seperti yang diajarkan oleh para nabi dan rasul terdahulu.
Perbedaan ajaran para nabi dan rasul terdahulu itu hanya terletak pada syari’at-syari’atnya yang berupa amalan-amalan. Perbedaan syari’at itu terjadi karena perbedaan situasi, cara berfikir, kondisi sosial yang ada, dan sesuai dengan cara pandang msyarakat pada masanya.
3. Aqidah Islam melurusan aqidah-aqidah yang diselewengkan
   Aqidah Islam yang dibawa dan diajarkan Nabi Muhammad bukan aqidah yang baru atau merombak aqidah yang diajarkan para nabi dan rasul terdahulu. Melainkan hanya meluruskan aqidah yang dibawa mereka setelah diselewengkan oleh umatnya terdahulu.
   Aqidah yang diselewengkan misalnya, adalah penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang yahudi terhadap nabi Sulaiman putra Dawud, mereka menuduh nabi Sulaiman menghimpun kitab yang mengandung sihir dan disimpannya di bawah tahtanya, kemudian dikeluarkan dan disiarkan. Dalam usaha mengacaukan ajaran Islam (aqidah Islam), orang-orang yahudi berusaha menyebarkan sihir yang mereka anggap berasal dari bani Sulaiman. Padahal sebenarnya nabi Sulaiman tidak mengajarkan atau mempraktikkan sihir. Beliau jelas mengetahui dan memahami bahwa perbuatan sihir adalah termasuk pengingkaran terhadap Allah Azza wa Jalla. Sebab sihir sebenarnya adalah tipuan dan muslihat yang hanya dilakukan oleh setan.
Dalam hal ini Allah berfirman :
   102. dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir….". (Qs. Al-Baqoroh : 102)
   Contoh lain dari penyelewengan aqidah adalah penyimpangan orang-orang yahudi dan nasrani dalam memahami Isa al-Masih. Islam menjelaskan bahwa nabi Isa adalah putra Maryam yang diangkat oleh Allah menjadi rasul-Nya. Isa adalah anak suci dan bukan anak zina seperti yang dituduhkan oleh orang-orang Yahudi. Beliau juga manusia biasa yang memiliki kelebihan, dan kemudian diangkat oleh Allah menjadi rasul-Nya. Beliau juga bukan Tuhan seperti yang dituduhkan orang Nasrani kepadanya.
   Orang yahudi mengingkari keberadaan nabi Isa. Mereka menuduh Maryam melakukan zina dengan seorang yang bernama Yusuf al-Najjar, sehingga melahirkan Isa. Mereka menuduh Isa adalah anak zina.
   Selain itu orang yahudi dan nasrani melakukan kesalahan, karena mengakui telah membunuh dan melakukan penyaliban terhadap Isa putra Maryam, padahal mereka sebetulnya tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Akan tetapi yang mereka bunuh dan disalib adalah orang yang diserupakan Isa bernama Yudas Iskariot bekas muridnya.
   Jelaslah bahwa Islam datang untuk meluruskan penyelewengan-penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh ummat terdahulu. Islam memberikan informasi dan pengukuhan bahwa aqidah Islam adalah aqidah atau keyakinan yang benar dan lurus serta wajib untuk dianut dan dipertahankan oleh seluruh ummat manusia.
C. Metode Peningkatan Kwalitas Aqidah
       Dalam memahami aqidah, kalian harus mengacu kepada al-Quran dan hadits Rasulullah SAW, serta ijma’ para ulama dalam memahaminya. Ada beberapa kaidah penting dalam memahami hal ini, di antaranya:
  1. Apabila terjadi perselisihan dalam memahami dalil-dalil yang ada, maka pemahaman para ulama terdahulu mulai dari sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka, harus dijadikan hujjah untuk memahami maksud dari dalil-dalil itu.
  2. Para ulama terdahulu (Salaf al-Shalih) telah mendasari metode mereka dalam memahami aqidah dengan bimbingan langsung dari Rasulullah SAW melalui wahyu al-Quran dan Hadits beliau.
  3. Aqidah adalah hal taufiqiyyah yang dilarang mengotak-atiknya tanpa ada bimbingan wahyu Allah SWT karena aqidah adalah hal yang gaib yang akal pikiran manusia tidak akan sanggup untuk menjangkaunya.
  4. Siapa saja yang menetapkan dan memahami permasalahan aqidah tanpa berlandaskan dengan dalil-dalil syar’i, maka dia telah berdusta atas nama Allah serta berkata tanpa dasar ilmu
  5. Aqidah dibangun di atas dasar ikhlas kepada Allah dan ittiba’ (mengikuti) petunjuk Rasulullah SAW.
  6. Para sahabat, imam-imam tabi’in dan yang mengikuti mereka serta ulama salaf al-shalih semuanya berada di atas bimbingan dan petunjuk Rasulullah SAW. Atsar-atsar mereka merupakan bimbingan dan jalan yang lurus.
      Demikian beberapa kaidah penting dalam memahami aqidah sebagai upaya peningkatan kwalitas aqidah yang benar-benar bersumber pada al-Qur’an dan al-Hadits.








BAB II
PEMBAHASAN

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Dengankitamemahamihakekat agama islammakakitabiasamemahamiislam yang sebenarnya.
  1. Mendatangkan perdamaian dan menyatukan umat manusia dalam satu persaudaraan
  2. Menghimpun segala kebenaran yang pernah diajarkan oleh para nabi yang diutus sebelum nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam
  3. Meluruskan kesalahan dan menyaring ajaran yang benar
  4. Mengajarkan dan memberikan contoh ajaran kebenaran yang sempurna abadi













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan di komentari menggunakan bahasa yang baik dan sopan,, terimakasih atas kunjungan anda. jangan lupa follow ya,,,,

The title of your home page You could put your verification ID in a comment Or, in its own meta tag Or, as one of your keywords